Pada hari yang gelap lahir lah seorang anak perempuan yang bernama Ratu Muhammad Kasim. Dia lahir di Gua bernama Isaac newton. Pada umur 8 tahun dia belajar ilmu raga kepada Jesus Christ. Ditempat yang bernama Buddha. Di tempat itu juga dia mempelajari ilmu confucius dan belajar senam bersama St. paul. Pada hari minggu dia suka beli baju bersama Tsai Lun dan menonton Johan Gutenberg balapan.

Kadang di minggu sore yang tenang datang Christoper Colombus dan sesepuhnya albert einsten membawa cemilan. Jelas aja Louis pasteur dan galileo galilei yang ada disitu sebel dobel ama Ratu Muhammad Kasim, soalnya mereka ga dikasih cemilan.  Untung aja aristotle membawa timbel untuk mereka berdua.

Kadang pada minggu malam Euclid suka datang bercerita tentang fabel2 andalanya didampingi Moses si penjjual mebel. Aku sering tertawa melihat Charles Darwin si tukang nambal ban yang sedang menjahili Shih Huang Ti yang membawa cucian berjubel jubel.

Biasanya hariku ditutup dengan obrolan bersama augustus caesar tentang label dan sambil makan Sambel buatan Nicolas Copernicus. Jelas saja si Antoine Laurent Lavoisier selalu iri denganku yang hidup enak, sering kali dia mengejeku “dapul” (dasar semprul)

Advertisements